HACKERS

Aryoz Comunity Pagerank
Join Us !!

follow

Tampilkan postingan dengan label pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemrograman. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Oktober 2014

sytem development life cycle

0 komentar
DEFINISI SIKLUS HIDUP
jika ditinjau dari sisi definisi, siklus hidup memiliki beberapa definisi sebagai berikut ?
  •  dari gustafson (dalam buku theory and problems of software engineering, 2002) definisi ini meyatakan bahwa siklus hidup adalah urutan dari kegiatan yang ada didalam sebuah pengembangan perangkat lunak.

  • dari keyes ( dalam buku software engineering handbook,2005 ) definisi ini menekankan bahwa sebuah perangkat lunak bisa saja mengalami sebuah siklus hidup tergantung dari proses pengembangannya mulai dari ide besar sampai lahir perangkat lunak itu sendiri.


kesimpulan dari 2 definisi siklus hidup diatas adalah bahwa siklus hidup perangkat lunak merupakan urutan hidup sebuah perangkat lunak berdasarkan perkembangan perangkat lunak yang ditentukan oleh pengembang perangkat lunak itu sendiri....


sytem development life cycle

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :

1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah

1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.


  • Model-model yang digunakan pada Software Development Life Cycle (SDLC) yaitu:

a.    Model Waterfall

Merupakan model pengembangan system yang paling mudah dan paling sering digunakan. Model pengembangan ini bersifat linear dari tahap awal pengembangan system yaitu tahap perencanaan sampai tahap akhir pengembangan system yaitu tahap pemeliharaan. Tahapan berikutnya tidak akan dilaksanakan sebelum tahapan sebelumnya selesai dilaksanakan dan tidak bisa kembali atau mengulang ke tahap sebelumnya. Tahap-tahap yang dilakukan pada model Waterfall ini digambarkan pada gambar berikut ini :


  • kelebihan :
 metode ini masih lebih baik digunaka walaupun sudah tergolong "kuno". daripada menggunakn pendekatan asal asalan. selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.

  • kekurangan :
  1. pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori. iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.
  2. sulit bagi pelanggan untuk menentukan sama kebutuhan secara eksplisit.
  3. pelanggan harus sabar. karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika tahap desain sudah selesai. sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memkan waktu yang lama
  4. kesalahan diawal tahap berakibat sangat fatal pada tahap berikutnya.

b.    Model Iterasi

Merupakan model pengembangan system yang bersifat dinamis dalam artian setiap tahapan proses pengembangan system dapat diulang jika terdapat kekurangan atau kesalahan. Setiap tahapan pengembangan system dapat dikerjakan berupa ringkasan dan tidak lengkap, namun pada akhir pengembangan akan didapatkan system yang lengkap pada pengembangan system. Terdapat dua jenis model iterasi, yaitu :
-            Model Incremental, merupakan model pengembangan system yang dipecah sehingga model pengembangannya secara increment/bertahap. Kebutuhan pengguna diprioritaskan dan prioritas tertinggi dimasukkan dalam awal increment. Model Incremental digambarkan sebagai berikut :


 
 -        Model Spiral, merupakan model pengembangan system yang digambarkan berupa spiral. Model spiral ini tidak merepresentasikan rangkaian tahapan dengan penelusuran balik (back-tracking), tidak ada fase-fase tahapan yang tetap seperti spesifikasi atau perancangan. Setiap untaian pada pada spiral menunjukkan fase software process. Model Spiral ini digambarkan sebagai berikut :
 
 
 
 c.    Model Rapid Application Development (RAD)

Merupakan model pengembangan system yang melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna system. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat-alat khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi Joint Application Development (JAD), penggunaan alat-alat Computer Aided Software Engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain. Model RAD ini digambarkan sebagai berikut :
 

d.    Model Prototyping
Merupakan model pengembangan system yang proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses. Prototyping merupakan bentuk dari Rapid Application Development (RAD). Model Prototypig digambarkan sebagai berikut :
 

Read More →
Jumat, 05 September 2014

proses rekayasa kebutuhan

1 komentar

- Rekayasa Kebutuhan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan rekayasa
perangkat lunak. Rekayasa kebutuhan mempunyai peran yang cukup penting, bahkan
Rekayasa Kebutuhan menentukan keberhasilan dari suatu proyek rekayasa perangkat
lunak.

- Feasibility Study 
sebuah analisa dan evaluasi dari proyek yang diusulkan untuk menentukan apakah secara 
teksis layak, layak dalam perkiraan biaya dan menguntungkan. 
 
- Feasibility Report 
analisis yang mengevaluasi satu atau lebih langkah-langkah tindakan potensial dan 
merekomendasikan bagaimana organisasi tersebut harus dilanjutkan. Memperkirakan 
biaya, mengidentifikasi manfaat yang diharapkan memperkirakan berapa lama proyek akan 
mengambil dan menguraikan kesulitan potensial. 
 
- Requirements Elicitation and Analysis 
pengumpulan persyaratan sistem pengguna, pelanggan dan stakeholder lainnya. meliputi 
wawancara, kuisioner, observasi pengguna. 
 
 
 - System Model 
sistem model konseptual yang menggambarkan dan mewakili suatu sistem. Sebuah sistem 
terdiri dari beberapa pandangan seperti perencanaan, persyaratan, desain, implementasi, 
penyebaran, struktur, perilaku, input data, dan data tampilan output. 
Dalam system model terdapat 2 pendekatan, yaitu 
1. Pendekatan non-arsitektur 
terstruktur Sistem Metode Analisis dan Desain (SSADM), memilih bagan struktur untuk 
deskripsi struktur dan data flow diagram (DFD) untuk deskripsi perilaku. 
2. Pendekatan arsitektur 
arsitektur sistem menggunakan Bahasa Arsitektur Deskripsi (ADL) baik struktur dan 
perilaku deskripsi. 
 
- Requirements spesification 
akibat langsung dari analisis kebutuhan dan dapat merujuk. 
 
- User Requirements 
kebutuhan pengguna, menggambarkan apa yang pengguna lakukan dengan sistem, seperti 
kegiatan yang pengguna harus dapat melakukan apa. Persyaratan pengguna umumnya 
didokumentasikan dalam Dokumen Persyaratan Pengguna (URD) menggunakan teks 
narasi. Persyaratan pengguna umumnya ditanda tangani oleh pengguna dan digunakan 
sebagai masukan utama untuk menciptakan persyaratan sistem. 
 
- System Requirements 
persyaratan sistem diklarifikasikan sebagai persyaratan baik fungsional maupun tambahan. 
*Persyaratan fungsional menentuka sesuatu yang pengguna perlu untuk melakukan 
pekerjaan mereka. contoh : sistem mungkin diperlukan untuk mencetak dan masuk 
perkiraan biaya. 
*Persyaratan non-fungsional atau tambahan menentukan semua persyaratan yang tersisa 
tidak tercakup oleh persyaratan fungsional 
 
- Requirements Validation 
kepastian bahwa suatu produk, layanan, atau sistem memenuhi kebutuhan pelanggan dan 
stakeholder lainnyadidentifikasi. Ini sering melibatkan penerimaan dan kesesuaian dengan 
pelanggan eksternal. 
 
- Requirements Document 
dokumen yang ditulis oleh sebuah perusahaan yang mendefinisikan sebuah produk yang 
mereka buat atau persyaratan untuk satu atau lebih fitur baru untuk produk yang sudah 
ada. Fungsinya sebagai pemasaran persyaratan dokumen juga, terutama jika produk 
tersebut rumit atau kecil. 

Read More →

pengertian DFD dan contohnya

1 komentar

 Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.


Simbol DFD

 Syarat Memuat DFD

1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2. Pemberian nomor pada komponen proses
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika




Tips-tips dalam membuat DFD

1.Pilih notasi sehingga proses yang didekomposisi atau tidak didekomposisi dapat       dibaca denganmudah
2.Nama proses harus terdiri dari kata kerja dan kata benda
3.Nama yang dipakai untuk proses, data store, dataflow harus konsisten (identitas perlu)
4.Setiap level harus konsisten aliran datanya dengan level sebelumnya
5.Usahakan agar external entity pada setiap level konsisten peletakannya
6.Banyaknya proses yang disarankan pada setiap level tidak melebihi 7 proses
7.Dekomposisi berdasarkan kelompok data lebih disarankan (memudahkan aliran data ke storageyang sama)
8.Nama Proses yang umum hanya untuk prose yang masih akan didekomposisi
9.Pada Proses yang sudah tidak didekomposisi, nama Proses dan nama Data harus sudah spesifik

Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :

1. Diagram Konteks :
menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.
2. Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.
3. Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagramNol.

Fungsi DFD


·         Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
·          DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
·         DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

Contoh kasus sederhana DFD



Read More →
Kamis, 21 Agustus 2014

Ruang lingkup RPL

0 komentar




  • Software requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak.
  • Software design mencakup proses penentuan arsitektur, komponen, antarmuka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak.
  • Software construction berhubungan dengan detil pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian, dan pencarian kesalahan. 
  • Software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak.
  • Software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan.
  • Software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
  • Software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak.
  • Software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL.
  • Software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi,pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL.
  • Software quality menitikberatkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak.
  • Read More →